Solusi IT Jaringan Komputer Bisnis Menengah

Apakah anda ingin mengoptimalkan jaringan komputer perusahaan anda agar lebih berdaya guna dan mempunyai tingkat high availability (HA) dan sekaligus Disaster Recovery (DR)?

  • Abstract
  • Kenali kebutuhan bisnis anda
  • Kenali keterkaitan system dan bisnis anda
  • Seberapa lama downtime system bisa anda terima?
  • Perlunya HA dan DR planning

Abstract

Tidak jarang para stakeholder perusahaan menyadari betapa mereka sangat tergantung terhadap system jaringan komputer yang ada. Dan tidak jarang pula mereka bahkan kurang mengenali kebutuhan mereka terutama tingkat availability dan kemudahan akses data bisnis dari mana saja mereka butuhkan ketika berada di luar kantor.

Jika ketergantungan operasional bisnis sudah sangat kuat kepada system infrastructure ITyang ada, maka sudah sepatutnya anda mengenali segala kebutuhan bisnis serta keterkaitannya terhadap infrastructure yang ada sekarang ini. Seberapa lama anda bisa menerima tingkat downtime system yang bisa mengganggu kesinambungan bisnis yang bisa menurukan tingkat produktifitas karyawan dan pada gilirannya menurunkan tingkat revenue bisnis anda?

work from anywhere

Jika tingkat availability system sangat tinggi maka sudah seharusnya anda membangun jaringan komputer perusahaan anda yang bersifat redundansi untuk menghilangkan setiap titik kegagalan system. Kesiapan terhadap segala bentuk disaster juga harus dibuat agar kesinambungan system berjalan sangat tinggi.

Kenali Kebutuhan Bisnis Anda

Mengenali kebutuhan bisnis agar bisa ditransformasikan kedalam solusi IT yang tepat adalah sangat penting. Apalagi tuntutan agar system berjalan dengan tingkat availability yang sangat tinggi dengan menekan kemungkinan downtime seminimum mungkin. Belum lagi jaminan bahwa system akan tahan terhadap segala bentuk potesni disaster yang menyebabkan system tidak bisa memberikan layanan terhadap bisnis.

Jika kegagalan suatu system bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar terhadap bisnis anda, maka perlunya membangun jaringan komputer perusahaan atau kantor yang bersifat redundancy adalah suatu keharusan.

Skenario kasus firma lawyers

Dalam suatu kasus scenario firma lawyers – konsultan hukum dimana firma tersebut sangat tergantung sekali dengan keberadaan system E-mail dan applikasi database clients yang berjalan pada infrastructure jaringan komputer dikantor tersebut, adanya suatu downtime yang lama akan menjadi sangat merugikan bisnis firma ini. Di skenariokan bahwa firma lawyers ini mempekerjakan sekitar 150 advokat dan 70 staff admin.

  • Setiap advokat menagih ke client mereka dengan hitungan per jam konsultasi.
  • Mereka ini sangat bergantung sekali dengan system E-mail firma ini dan juga aplikasi database dalam system jaringan komputer perusahaan ini dan hampir 70% dari aktifitas produktif mereka terhadap client dilakukan dengan bantuan infrastructure system IT tersebut.
  • Setiap lawyers dalam firma ini rata-rata men-charge client dengan bayaran rata-rata 2 juta rupiah per jam konsultasi.
  • Overhead cost produktifitas masing-masing lawyers rata-rata Rp. 300.000,- per jam sementara staff admin rata-rata Rp.70.000,- per jam.

Hitungan kerugian

Dengan infrastructure jaringan komputer pendukung yang ada dari system firma kantor hukum ini mengalami down selama 5 jam sehingga semua lawyers dan staff admin tidak bisa melakukan aktifitas bisnis mereka bersama client maka bisa dihitung biaya kerugian sebagai berikut:

  • 150 lawyers x Rp. 2 juta per jam = Rp. 300 Juta fee billing ke client
  • 150 lawyers x 300 ribu per jam overhead cost = Rp. 45 juta per jam
  • 70 admin staff x 70 ribu per jam overhead cost = Rp. 4.9 per jam

Sehingga total biaya yang harus ditanggung firma ini selama 5 jam system down adalah sebagai berikut (dengan asumsi tingkat ketergantungan produktifitas terhadap system adalah 70%):

  • 5 x Rp. 300 Juta = Rp. 1.500 juta x 0.70 = Rp. 1.050 juta kehilangan client fee
  • 5 x Rp. 45 juta = Rp. 225 juta x 0.70 = Rp. 157.5 juta kehilangan biaya produktifitas lawyers
  • 5 x Rp. 4.9 juta = Rp. 24.5 juta x 0.70 = Rp. 17.15 juta kehilangan produktifitas staff admin

Grand total kerugian firma ini jika system IT mengalami downtime selama 5 jam kerja maka bisa dihitung sebesar = Rp. 1,050 juta + Rp. 157.5 juta + Rp. 17.15 juta = Rp. 1,224.65 juta.

Firma skala menengah ini pun mempunyai potensi kerugian sangat besar sekitar Rp. 1,224.65 juta jika mengalami downtime selama 5 jam. Ini belum termasuk kehilangan kredibilitas firma tersebut terhadap clients yang sangat berharga. Maka sudah seharusnya firma ini membangun jaringan komputer perusahaan yang mendukung system High Availability (HA) & Disaster Recovery (DR).

HA & DR system

Bagaimana jika system tidak bisa recovery lebih dari 5 hari kerja? Ini adalah suatu disaster yang mempunyai potensi kerugian yang sangat besar bahkan bisa menyebabkan kehilangan kredibilitas company terhadap clients.

Untuk itulah betapa firma ini mempunyai tingkat urgensi yang tinggi untuk membuat system infrastructure IT menjadi tahan terhadap segala bentuk potensi disaster. Keharusan untuk membangun infrastructure jaringan komputer yang bersifat “High Availability (HA) dan Disaster Recovery (DR)” adalah suatu keharusan. Jika untuk membangun suatu system HA & DR hanya menelan biaya sekitar Rp. 200 juta maka sangat masuk akal untuk membangunnya.

“High availability” berarti system critical dan semua bentuk services system dijaga agar tetap berjalan. Tujuannya tidak lain adalah memberikan layanan sepanjang waktu tanpa henti dan menghilangkan segala potensi titik kegagalan atau “single point of failure”. Sementara “Disaster recovery” memberikan proses recovery suatu disaster menjadi transparant bahkan bersifat automatis.

Berapa lama toleransi downtime?

Anda seharusnya sudah bisa menghitung sendiri berapa lama tingkat downtime infrastructure IT yang bisa diterima agar bisnis tetap berjalan tanpa menyebabkan kerugian yang berarti dikarenakan kegagalan system pendukung produktifitas kerja.

Sebagai gambaran table berikut menggambarkan tingkat toleransi downtime suatu system yang bisa diterima dalam satu tahun.

Prosentase uptime (%) Downtime per tahun
99.999 (“lima angka sembilan”) 5 menit
99.99 52 menit
99.9 8.7 jam
99 3.7 hari

 

Technology virtualisasi memungkinkan anda membuat jaringan komputer kantor atau perusahaan anda mempunyai tingkat uptime yang sangat tinggi dengan tingkat kegagalan system sangat kecil sekali yang bersifat HA & DR dan berjalan sangat tangguh terhadap segala bentuk potensi disaster.

Cheers, Ali H

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *